Tentang NuklindoLab

NuklindoLab merupakan Badan Usaha / Layanan dibawah Koperasi Jasa Keselamatan Radiasi dan Lingkungan yang diputuskan berdasarkan Surat Kepala Koperasi No. 076/JKRL-A/I/2017. NuklindoLab bergerak dalam bidang keselamatan radiasi baik untuk Industri ataupun Rumah Sakit.

NuklindoLab berkomitmen akan selalu meningkatkan layanan pada setiap langkahnya dan mengadopsi kebijakan unggulan setiap saat. Kekuatan kami adalah kerja tim dan merekrut manusia yang berkompeten. NuklindoLab bertujuan memajukan Koperasi Jasa Keselamatan Radiasi dan Lingkungan dan menjadi pelopor keselamatan radiasi.

Evaluasi TLD

TLD ( Thermoluminisence Dosemeter) merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengukur / memantau dosis ekternal yang diterima oleh pekerja radiasi. Pemantauan dosis pekerja radiasi bertujuan untuk memenuhi Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 2007 Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif dan Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2008 tentang Perizinan Pemanfaatan Sumber Radiasi Pengion dan Bahan Nuklir dan Peraturan Kepala BAPETEN No. 04 tahun 2013 tentang Proteksi dan Keselamatan Radiasi Dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir serta sebagai sarana pembuktian bahwa pekerja radiasi menerima dosis radiasi dibawah Nilai Batas Dosis (NBD) yang diperkenankan, juga agar efek deterministik (non stokastik) tidak diterima oleh pekerja radiasi dan probabilitas efek stokastik ditekan serendah mungkin dengan memperhatikan aspek sosial dan ekonomi. “NuklindoLab Siap Membaca/Mengevalusi Dosis Anda Secara Profesional”

Analisa Uji Usap (Wipe Test)

Wipe Test / Uji Usap merupakan salah satu metode untuk mengetahui apakah sumber radioaktif yang terbungkus mengalami kebocoran atau tidak. Wipe Test merupakan suatu keharusan bagi pengguna sumber tertutup baik di Radiografi Industri, Gauging ataupun Logging sesuai dengan Perka Bapeten No 5 Tahun 2009 untuk Gauging, 6 tahun 2009 untuk Logging dan 8 Tahun 2014 untuk Radiografi Industri.

Kapan perlu dilakukan uji kebocoran?

Untuk Sumber Logging => Menurut Perka Bapeten No. 5 Tahun 2009 Pasal 40 Ayat 1, Uji Kebocoran dilakukan paling kurang sekali dalam 6 bulan
 Untuk Sumber Gauging => Menurut Perka Bapeten No. 6 Tahun 2009 Pasal 40 Ayat 1, Uji Kebocoran dilakukan paling kurang sekali dalam 2 Tahun untuk aktifitas tinggi.
Untuk Sumber Radiografi => Menurut Perka Bapeten No. 8 Tahun 2014 Pasal 45 Ayat 1, Uji Kebocoran dilakukan paling kurang sekali dalam 6 bulan.
Uji Paparan Radiasi dan Kontaminasi

Badan Pengawas Tenaga Nuklir di Indonesia (BAPETEN) mensyaratkan bahwa survei paparan radiasi untuk semua jenis sumber radiasi yang berada di tempat kerja ataupun di lingkungan baik X-ray, sumber radioaktif industri, atau kontaminan yang tidak diinginkan dari proses industri harus dimonitor dan diidentifikasi secara rutin. Identifikasi dari banyaknya radiasi yang diterima serta assesment Perisai merupakan hal penting dalam pengembangan prosedur keselamatan radiasi.

NuklindoLab memiliki personel yang berkompeten dan alat alat yang memadai dalam melakukan survei radiasi dalam situasi yang beragam, baik di Industri ataupun Rumah Sakit. Laporan yang dikeluarkan meliputi data pengukuran paparan radiasi secara mendetail, pembahasan dari pengukuran dan rekomendasi.

Lokasi

Plaza Ciputat Mas, Jalan Ir. H. Juanda No. 5A Blok B Kav. P, Ciputat Timur – Tangerang

 Telepon

+621-29500440

Email

Info@nuklindolab.com